Tuduhan Pelanggaran Etika Penelitian

KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika  berkomitmen untuk melindungi integritas penelitian dan rekam jejak ilmiah. Jurnal ini akan menilai tuduhan yang kredibel tentang pelanggaran penelitian atau publikasi yang melibatkan manuskrip yang dikirimkan atau artikel yang diterbitkan, baik kekhawatiran tersebut diajukan sebelum atau setelah publikasi.

Suatu tuduhan saja tidak serta merta membuktikan adanya pelanggaran. Kekhawatiran akan dievaluasi secara adil, tidak memihak, dan berdasarkan bukti yang tersedia. Kesalahan yang jujur ​​dan perbedaan yang sah dalam interpretasi ilmiah akan dibedakan dari pelanggaran.

1. Cakupan Kebijakan

Kebijakan ini mencakup dugaan pelanggaran etika penelitian dan pelanggaran etika publikasi terkait, termasuk:

  • Fabrikasi: membuat data, pengamatan, atau hasil palsu dan melaporkannya sebagai data yang benar.
  • Pemalsuan: memanipulasi materi penelitian, prosedur, gambar, atau data, termasuk penghilangan yang tidak dapat dibenarkan, dengan cara yang menyesatkan hasil penelitian.
  • Plagiarisme: menyajikan kata-kata, ide, data, atau kontribusi ilmiah orang lain tanpa pengakuan yang semestinya.
  • Publikasi ganda yang substansial dan tidak diungkapkan atau penyajian temuan yang sebelumnya dilaporkan sebagai penelitian baru yang menyesatkan.
  • Pelanggaran serius terhadap etika penelitian, termasuk pemalsuan persetujuan etika atau kegagalan untuk memperoleh persetujuan yang diperlukan.
  • Manipulasi kepengarangan, peninjauan sejawat, kutipan, atau elemen lain dari proses publikasi.
  • Penyembunyian atau penyalahgunaan informasi yang secara material memengaruhi evaluasi, interpretasi, atau integritas karya tersebut.

2. Melaporkan Tuduhan

Penulis, peninjau, pembaca, institusi, dan pihak-pihak terkait lainnya dapat melaporkan dugaan pelanggaran melalui kontak editorial resmi yang tercantum di halaman Kontak jurnal.

Untuk mendukung penilaian yang bermakna, laporan harus menyediakan, jika tersedia:

  • Judul, penulis, DOI, URL artikel, atau nomor identifikasi manuskrip dari karya yang bersangkutan.
  • Deskripsi yang jelas tentang masalah yang diduga.
  • Bagian-bagian spesifik, gambar, tabel, kumpulan data, atau materi lain yang relevan dengan tuduhan tersebut.
  • Sumber pendukung, dokumen, atau penjelasan tentang bagaimana masalah tersebut diidentifikasi.
  • Segala konflik kepentingan yang relevan dari pihak yang menyampaikan laporan.

Laporan anonim dapat dipertimbangkan jika berisi informasi yang cukup spesifik dan dapat diverifikasi. Tuduhan tanpa bukti saja tidak akan dianggap sebagai bukti pelanggaran.

3. Penilaian Editorial Awal

Pemimpin Redaksi, atau editor yang tidak memiliki konflik kepentingan yang relevan, akan melakukan penilaian awal terhadap laporan tersebut. Penilaian ini akan mempertimbangkan kredibilitas dan kekhususan informasi, relevansinya dengan isi jurnal, dan potensi pengaruhnya terhadap keandalan atau atribusi karya tersebut.

Jika diperlukan, jurnal dapat berkonsultasi dengan spesialis bidang studi independen, peninjau statistik, atau penasihat integritas penelitian. Pertimbangan editorial terhadap sebuah manuskrip dapat ditangguhkan sementara kekhawatiran serius dinilai.

4. Kesempatan untuk Merespons

Apabila suatu tuduhan memerlukan penilaian lebih lanjut, jurnal biasanya akan menghubungi penulis yang bersangkutan dan, jika perlu, penulis lain atau pihak terkait. Pihak yang bersangkutan akan diberitahu tentang isu-isu substantif dan diberi kesempatan yang wajar untuk menanggapi.

Jurnal tersebut dapat meminta materi pendukung seperti data asli, berkas analisis, berkas sumber gambar, protokol penelitian, dokumen persetujuan etika, atau dokumentasi persetujuan, dengan tunduk pada persyaratan hukum, etika, dan kerahasiaan yang berlaku.

Tanggapan akan dievaluasi berdasarkan bukti yang tersedia. Kegagalan untuk menanggapi dapat memerlukan tindakan lebih lanjut atau tindakan editorial, tetapi hal tersebut, dengan sendirinya, tidak akan dianggap sebagai bukti konklusif adanya pelanggaran.

5. Rujukan ke Lembaga atau Otoritas yang Bertanggung Jawab

Peran jurnal adalah untuk menilai integritas publikasi dan menentukan tindakan editorial yang tepat. Investigasi formal terhadap perilaku peneliti umumnya merupakan tanggung jawab lembaga, pemberi kerja, atau badan integritas penelitian yang berwenang.

Apabila terdapat kekhawatiran serius yang belum terselesaikan, jurnal dapat merujuk masalah tersebut kepada lembaga atau otoritas yang berwenang dan memberikan bukti yang relevan. Jurnal akan bekerja sama dengan investigasi yang sah dan dapat meminta informasi tentang kemajuan dan temuan investigasi tersebut sejauh hal itu memengaruhi catatan yang telah dipublikasikan.

Tindakan editorial mungkin diperlukan untuk melindungi pembaca sementara investigasi kelembagaan sedang berlangsung. Sebaliknya, temuan kelembagaan akan dipertimbangkan bersama dengan bukti yang relevan dengan artikel tersebut ketika menentukan respons publikasi yang tepat.

6. Kemungkinan Hasil Editorial

Tindakan editorial akan proporsional dengan sifat permasalahan, bukti yang tersedia, dan dampaknya terhadap catatan ilmiah. Kemungkinan hasilnya meliputi:

  • Tidak ada tindakan lebih lanjut jika kekhawatiran tersebut tidak terbukti atau telah terselesaikan dengan memuaskan.
  • Permintaan klarifikasi, revisi, dokumentasi tambahan, atau analisis lebih lanjut.
  • Penolakan terhadap manuskrip yang diajukan jika terdapat kekhawatiran serius terkait etika atau integritas yang membenarkan keputusan tersebut.
  • Penerbitan koreksi dilakukan ketika kesalahan terbatas dapat diatasi tanpa membatalkan temuan utama artikel tersebut.
  • Pengungkapan keprihatinan ketika masih ada pertanyaan serius yang belum terjawab, bukti tidak meyakinkan, atau investigasi kemungkinan akan memakan waktu yang cukup lama.
  • Pencabutan publikasi dilakukan ketika temuan tidak dapat diandalkan atau ketika terjadi plagiarisme substansial, publikasi berlebihan, atau masalah serius lainnya yang mengharuskan penghapusan karya tersebut dari catatan ilmiah yang dapat diandalkan.
  • Rujukan ke lembaga, penerbit, atau otoritas bertanggung jawab lainnya bila diperlukan penyelidikan atau tindakan lebih lanjut.

Koreksi atau pencabutan mungkin diperlukan karena kesalahan yang jujur ​​maupun karena pelanggaran etika. Pemberitahuan tersebut dimaksudkan untuk melindungi keakuratan catatan ilmiah, bukan sebagai hukuman.

7. Kerahasiaan dan Perlakuan Adil

Informasi hanya akan dibagikan kepada pihak-pihak yang membutuhkannya untuk penilaian, investigasi, atau tanggapan editorial yang sesuai. Kerahasiaan mutlak tidak dapat dijamin jika pengungkapan diperlukan untuk memberikan kesempatan yang adil untuk menanggapi, bekerja sama dengan investigasi, atau memenuhi kewajiban hukum.

Jurnal ini tidak akan mengabaikan kekhawatiran yang kredibel hanya karena kekhawatiran tersebut disampaikan secara anonim atau oleh seseorang yang memiliki kepentingan yang bertentangan. Laporan yang dibuat dengan itikad baik harus dievaluasi dengan penuh hormat, dan tuduhan yang tidak berdasar tidak akan secara otomatis dianggap sebagai tindakan jahat.

8. Konflik Kepentingan dalam Penanganan Kasus

Editor atau penasihat yang memiliki konflik kepentingan pribadi, profesional, kelembagaan, atau keuangan yang relevan tidak boleh mengambil keputusan dalam kasus ini. Kekhawatiran yang melibatkan Pemimpin Redaksi akan dirujuk kepada penerbit atau perwakilan editorial yang independen.

9. Komunikasi dan Pengumuman yang Dipublikasikan

Jurnal akan mengkomunikasikan keputusan editorialnya kepada pihak-pihak terkait sejauh yang diizinkan oleh kerahasiaan dan kewajiban hukum. Waktu penanganan kasus dapat bervariasi tergantung pada kompleksitas bukti dan kebutuhan investigasi eksternal.

Koreksi, pernyataan keprihatinan, dan pemberitahuan pencabutan akan menyatakan alasan tindakan tersebut dan dikaitkan secara jelas dengan artikel yang bersangkutan. Pemberitahuan akan diperbarui atau ditambah jika temuan selanjutnya memerlukan klarifikasi.

10. Banding dan Peninjauan Kembali

Penulis atau pengadu dapat meminta peninjauan kembali dengan memberikan bukti baru atau mengidentifikasi masalah prosedural tertentu. Permohonan banding harus menjelaskan alasan peninjauan, bukan hanya mengulangi ketidaksepakatan dengan hasilnya.

Jika memungkinkan, permohonan banding akan dinilai oleh editor atau perwakilan yang tidak bertanggung jawab atas keputusan awal dan yang tidak memiliki konflik kepentingan yang relevan.

11. Pedoman Etika

Dalam menangani tuduhan, jurnal akan merujuk pada panduan yang relevan dari Komite Etika Publikasi (COPE) dan persyaratan kelembagaan dan hukum yang berlaku. Rujukan pada panduan COPE tidak menyiratkan bahwa jurnal tersebut adalah anggota COPE.