Peran Interaksi Sosial dan Dukungan Lingkungan dalam Pembinaan Atlet Para-Bulu Tangkis di NPCI Kabupaten Sumedang
Main Article Content
Abstract
Pembinaan atlet disabilitas memerlukan pendekatan multidimensional yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis fisik, melainkan juga penguatan modal sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran interaksi sosial dan dukungan lingkungan dalam program pembinaan atlet para-bulu tangkis di National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pengurus, pelatih, dan atlet para-bulu tangkis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial internal yang bercirikan nilai kekeluargaan, empati tinggi dari pelatih, serta resiprokal positif antar-atlet menjadi katalisator utama dalam menjaga konsistensi latihan di tengah keterbatasan finansial dan sarana. Hambatan struktural yang diidentifikasi meliputi ketergantungan absolut pada dana hibah pemerintah, keterbatasan alat aksesibilitas khusus seperti kursi roda olahraga, dan kendala geografis mobilitas atlet. Dukungan lingkungan makro berupa sinergi dengan masyarakat sekitar dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) terbukti krusial dalam meningkatkan kepercayaan diri serta penerimaan sosial atlet. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa ekosistem interaksi sosial yang kondusif mampu memitigasi keterbatasan fasilitas fisik guna mempertahankan motivasi berprestasi atlet disabilitas.