Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Pada Materi Suhu dan Kalor Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 5 Halmahera Selatan
Abstract
Rendahnya hasil belajar fisika peserta didik pada materi suhu dan kalor menjadi salah satu permasalahan pembelajaran di SMA Negeri 5 Halmahera Selatan. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, dominasi metode ceramah, serta belum optimalnya ketuntasan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi suhu dan kalor di kelas XI SMA Negeri 5 Halmahera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 25 peserta didik kelas XI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas pembelajaran dan tes hasil belajar, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai dan ketuntasan belajar peserta didik dari tahap pra-siklus hingga siklus II. Pada tahap pra-siklus, rata-rata nilai peserta didik sebesar 61,24 dengan ketuntasan belajar 48%, kemudian meningkat pada siklus I menjadi rata-rata 72,48 dengan ketuntasan 72%, dan kembali meningkat pada siklus II menjadi rata-rata 84,16 dengan ketuntasan belajar mencapai 88%. Selain itu, aktivitas belajar peserta didik selama pembelajaran juga mengalami peningkatan yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi dalam diskusi kelompok, kerja sama, dan keberanian mengemukakan pendapat. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik pada materi suhu dan kalor di SMA Negeri 5 Halmahera Selatan.
Downloads
References
Arikunto, S., Suhardjono, & Supardi. (2015). Penelitian tindakan kelas (Edisi revisi). Bumi Aksara.
Docktor, J. L., & Mestre, J. P. (2014). Synthesis of discipline-based education research in physics. Physical Review Special Topics - Physics Education Research, 10(2), 020119. https://doi.org/10.1103/PhysRevSTPER.10.020119
Gillies, R. M. (2016). Cooperative learning: Review of research and practice. Australian Journal of Teacher Education, 41(3), 39–54. https://doi.org/10.14221/ajte.2016v41n3.3
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809
Isjoni. (2017). Cooperative learning: Efektivitas pembelajaran kelompok. Alfabeta.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2017). Theoretical approaches to cooperative learning. In R. Gillies (Ed.), Cooperative learning: Theory, research and practice (pp. 17–29). Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-10-3043-6
Lie, A. (2017). Cooperative learning: Mempraktikkan cooperative learning di ruang-ruang kelas. Grasindo.
Ningsih, S., & Bambang, S. (2020). Penerapan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 16(2), 112–120. https://doi.org/10.15294/jpfi.v16i2.24567
Nurhayati, S., & Angraeni, L. (2021). Effectiveness of cooperative learning type STAD on students’ science learning outcomes. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 10(3), 345–353. https://doi.org/10.15294/jpii.v10i3.29811
Prasetyo, Z. K., & Suyanta. (2019). Improving students’ achievement in physics through cooperative learning. Journal of Physics: Conference Series, 1233(1), 012045. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1233/1/012045
Putri, N. A., & Wahyuni, S. (2022). Implementation of cooperative learning type STAD to improve students’ learning achievement in science education. International Journal of Instruction, 15(2), 457–472. https://doi.org/10.29333/iji.2022.15225a
Slavin, R. E. (2015). Cooperative learning: Theory, research, and practice (2nd ed.). Allyn & Bacon.
Sudjana, N. (2017). Penilaian hasil proses belajar mengajar. PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.
Suprijono, A. (2020). Cooperative learning: Teori dan aplikasi PAIKEM. Pustaka Pelajar.
Tran, V. D. (2014). The effects of cooperative learning on the academic achievement and knowledge retention. International Journal of Higher Education, 3(2), 131–140. https://doi.org/10.5430/ijhe.v3n2p131
Veloo, A., Md-Ali, R., & Chairany, S. (2016). Using cooperative teams-game-tournament in religious school to improve mathematics understanding and communication. Malaysian Journal of Learning and Instruction, 13(2), 97–123.
Widoyoko, E. P. (2018). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Pustaka Pelajar.
Yusuf, M. (2017). Metode penelitian: Kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Kencana.
Zainuddin, M., & Rahmawati, D. (2023). The effectiveness of cooperative learning models in improving science learning outcomes. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 11(1), 55–67. https://doi.org/10.24815/jpsi.v11i1.28765







