Penerapan Blue-Green School Dalam Lingkungan Belajar Untuk Mengembangkan Model Pemahaman Guru Menyusun Soal Numerasi di Kota Ternate

  • Ode Zulaeha Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Sains dan Kependidikan Kie raha Maluku Utara
  • Harina Sangadji Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Sains dan Kependidikan Kie raha Maluku Utara
  • Endang Fitria Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Sains dan Kependidikan Kie raha Maluku Utara
Keywords: Blue-Green School, lingkungan belajar, pemahaman guru, soal numerasi

Abstract

Kemampuan guru dalam menyusun soal numerasi yang kontekstual, autentik, dan berorientasi pada pemecahan masalah merupakan salah satu faktor penting dalam penguatan kompetensi numerasi siswa. Namun, praktik pembelajaran numerasi di sekolah masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pemahaman guru dalam mengintegrasikan konteks lingkungan, keberlanjutan, dan potensi lokal ke dalam penyusunan soal numerasi. Konsep Blue-Green School yang mengintegrasikan lingkungan biru (pesisir dan laut) dan lingkungan hijau (vegetasi, ekosistem, serta keberlanjutan) berpotensi menjadi pendekatan inovatif untuk membangun lingkungan belajar yang kontekstual sekaligus mengembangkan pemahaman guru dalam menyusun soal numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Blue-Green School dalam lingkungan belajar serta mengembangkan model pemahaman guru dalam menyusun soal numerasi di Kota Ternate. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan subjek guru sekolah dasar di Kota Ternate. Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman penyusunan soal numerasi, lembar observasi lingkungan belajar Blue-Green School, angket, wawancara, dan dokumentasi. Data dikumpulkan melalui asesmen awal, observasi, pelatihan dan pendampingan penyusunan soal, implementasi pembelajaran berbasis konteks Blue-Green School, serta asesmen akhir. Analisis data dilakukan secara kuantitatif melalui analisis deskriptif dan uji peningkatan kemampuan, serta secara kualitatif melalui analisis tematik. Hasil penelitian terhadap 100 guru sebagai sampel menunjukkan bahwa penerapan Blue-Green School dalam lingkungan belajar meningkatkan pemahaman guru dalam menyusun soal numerasi. Sebanyak 78 guru (78%) mencapai kategori pemahaman tinggi, 17 guru (17%) berada pada kategori sedang, dan 5 guru (5%) masih berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan belajar kontekstual berbasis ekosistem biru-hijau efektif memperkuat kemampuan guru merancang soal numerasi yang autentik, kontekstual, dan berorientasi pada pemecahan masalah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bond, T. G., Yan, Z., & Heene, M. (2020). Applying the Rasch model: Fundamental measurement in the human sciences (4th ed.). Routledge.

Chen, Y., Li, X., Liu, J., & Ying, Z. (2021). Item response theory: A statistical framework for educational and psychological measurement. Statistical Science, 36(4), 569–587.

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.

Duda, E. (2022). Building the learning environment for sustainable development: A co-creation approach. arXiv.

Holmes, W., & Tuomi, I. (2022). State of the art and practice in AI in education. European Journal of Education, 57(4), 542–570.

Holst, J. (2023). Towards coherence on sustainability in education: A systematic review of whole institution approaches. Sustainability Science, 18, 1015–1030. https://doi.org/10.1007/s11625-022-01226-8

Holst, J., Grund, J., & Brock, A. (2024). Whole Institution Approach: Measurable and highly effective in empowering learners and educators for sustainability. Sustainability Science, 19, 1359–1376. https://doi.org/10.1007/s11625-024-01506-5

Juanjuan, G., & Yusoff, N. M. (2022). The shared features of effective improvement programmes for teachers’ assessment literacy. Teacher Development, 26(5), 710–727. https://doi.org/10.1080/1554480X.2022.2084398

Khine, M. S. (Ed.). (2020). Rasch measurement: Applications in quantitative educational research. Springer.

Lehtonen, D. (2021). Constructing a design framework and design methodology from educational design research on real-world educational technology development. Educational Design Research, 5(2).

McKenney, S., & Reeves, T. C. (2020). Educational design research: Portraying, conducting, and enhancing productive scholarship. Medical Education, 55(1), 82–92.

OECD. (2023a). PISA 2022 assessment and analytical framework: Mathematics, reading, science, creative thinking and financial literacy. OECD Publishing.

OECD. (2023b). PISA 2022 results: Country note—Indonesia. OECD Publishing.

OECD. (2024). PISA 2022 results: Learning during—and from—disruption. OECD Publishing.

Raof, S. A., & Musta’amal, A. H. (2021). Validity and reliability of instrument competencies framework of agriculture educators: The Rasch measurement model. International Journal of Educational Methodology, 7(3), 411–420. https://doi.org/10.12973/ijem.7.3.411

UNESCO. (2022). Education for sustainable development: A roadmap. UNESCO.

UNESCO. (2023a). Global education monitoring report 2023: Technology in education—A tool on whose terms? UNESCO.

UNICEF Indonesia. (2023). Capaian untuk anak-anak Indonesia di tahun 2023. UNICEF Indonesia.

UNICEF Indonesia & Australian Government. (2024). Kajian awal dan akhir tentang capaian belajar peserta didik kelas awal: Ringkasan temuan. UNICEF Indonesia.

UNESCO. (2023b). Education for sustainable development goals: Learning objectives. UNESCO.

UNESCO. (2021). Learn for our planet: A global review of how environmental issues are integrated in education. UNESCO.

Yan, Z., & Pastore, S. (2022). Are teachers literate in formative assessment? The development and validation of the Teacher Formative Assessment Literacy Scale. Studies in Educational Evaluation, 74, 101183. https://doi.org/10.1016/j.stueduc.2022.101183

Published
2025-12-31
How to Cite
Zulaeha, O., Sangadji, H., & Fitria, E. (2025). Penerapan Blue-Green School Dalam Lingkungan Belajar Untuk Mengembangkan Model Pemahaman Guru Menyusun Soal Numerasi di Kota Ternate. Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT), 6(2), 945-957. https://doi.org/10.63976/jimat.v5i2.1107