PENERAPAN PENDEKATAN STIMULUS-RESPONS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PULAU MAKIAN
Abstract
Belajar merupakan proses hubungan (koneksi) antar peristiwa atau unit menta dengan peristiwa atau unit fisikal yang membentuk proses stimulus-respons. Gejala dan peristiwa yang terjadi dalam lingkungan menjadi perangsang (stimulus) terhadap proses mental yang tidak dapat dilepakan kaitannya dari prose fisikal (respons) terhadap rangsangan tadi. Oleh sebab itu, penggunaan pendekatan stimulu-respons dalam meningkatkan keterampilan berbicara bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pulau Makian dalam pengajaran bahasa Indinesia perlu diarahkan agar peserta didik mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tertulis.
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Pulau Makian. Hal ini peneliti lakukan dengan pertimbangan bahwa peneliti merupakan anak daerah yang berdekatan dengan lokasi penelitian tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan angket, dalam pendekatan deskiptif kualitatif. Dalam mengenalisis data penelitian, peneliti menggunakan pendekatan berupa kualitati dan kuantitatif dengan menggunakan rumus uji persentase.
Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini, bahwa pendekatan Stimulus-respons dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pulau Makian mengalami sustu proses yang lazim. Dikatakan demikian, karena sejak awal penelitian, peneliti melalui dengan pra tindakan siswa kelas II SMP Negeri 1 Pulau Makian belum mampu untuk berbicara dengan baik, sesuatu dengan konteks. Namun, ketika peneliti melakukan tindakan berupa pemberian dorongan serta penguatan kepada siswa dapat mengalami peningkatan kemampuan berbicara siswa. Tetapi tindakan pertama melalui siklus I belum memenuhi tingkat ketuntasan belajar itu sendiri, akhirnya, dapat ditindaklanjuti pada siklus II dengan pencapaian ketuntasan belajar yang baik, sehingga penelitian ini dapat diselesaikan hanya cukup pada siklus II.
Berdasarkan temuan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan Stimulus-Respon pada pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan berbicara siswa mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut berupa pemahaman konsep tentang situasi dan konteks saat berbicara secara klasikal, yaitu sebesar 3,28% yaitu dari pra tindakan sebesar 55,61% menjadi 60,78% pada siklus I. Dan peningkatan sebesar 13,9% yaitu dari tindakan siklus I sebesar 60,78% menjadi 75,06%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan karena dari perbandingan pada pra tindakan ke siklus I (tingkat kualifikasi cukup) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi baik.
Downloads
References
Arikunto S. 1993 Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta: Jakarta
Alfandi W. 2001. Epistemologi Pengajaran Bahasa Indonesia. Gaja Mada University Press : Jakarta
Chaer A. 2003. Psikolingistik (kajian teoritik). Rineka Cipta : Jakarta
Dimyati, dan Mudjiono, 2006. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta; Jakarta
Hadjar, Ibnu, 1996. Dasar- Dasar Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan, Raja grafindo persada : Jakarta
Hasan, 2006. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. PT. Bumi Aksara : Jakarta
Landonde, M. 2011. Pendekatan Pragmatik dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas II SMP Negeri 1 Lede. SKRIPSI : STKIP Kie Raha Ternate
Redja, M. 1998. Pengantar Pendidikan. Raja Grafindo Persada: Jakarta.
Sardiman N. dkk. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Raja Grafindo Persada: Jakarta
Sumaatmadja H. N. 2001. Metodologi pengajaran Bahasa Indonesia. Bumi Aksara : Jakarta
Subagyo, P.J. 2004. Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek. Rineka Cipt: Jakarta
Usman, User Moh. 1995. Menjadi Guru Profesional. PT. Rosdakrya : Bandung
Winarno S. 2003. Pengantar Interaksi Mengajar – Belajar dasar dan teknik metodologi pengajaran. Tarsito : Bandung