Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat <p align="justify">The Scientific Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) is a scientific periodical publication (e-ISSN: 2774-1729) that presents the latest information in the field of Mathematics Education and Mathematical Science, through articles both based on field research and literature review. Through these publications, the Scientific Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) pursues the mission to distribute information and develop science, especially in the fields of Mathematics Education and Mathematical Science. By using the Open Journal System (OJS), the Scientific Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT)can be widely accessed and researchers can submit research results packaged in the form of articles by following the guidelines provided by the Scientific Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT).<strong>&nbsp; &nbsp; </strong>&nbsp; &nbsp;</p> Program Studi Pendidikan Matematika en-US Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) 2774-1729 Pelabelan dengan Syarat Jarak Dua pada Graf Peach dan Graf Cricket https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1018 <p>Misalkan &nbsp;adalah graf terhubung sederhana. Pelabelan &nbsp;pada graf &nbsp;didefinisikan sebagai suatu fungsi yang memetakan setiap titik pada graf &nbsp;ke himpunan bilangan &nbsp;hingga , dengan ketentuan bahwa dua titik yang bertetangga (berjarak satu) harus memiliki selisih label minimal dua, sedangkan dua titik yang berjarak dua harus memiliki selisih label minimal satu. Nilai &nbsp;merupakan label maksimum dari pelabelan &nbsp;yang disebut <em>span</em>. Nilai minimum &nbsp;dari graf &nbsp;dinotasikan dengan . Penelitian ini bertujuan menentukan nilai minimum &nbsp;dari graf <em>peach </em><em>&nbsp;</em>dan graf <em>cricket </em><em>. </em>Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif aksiomatik dan metode pendeteksian pola.Berdasarkan hasil analisis, peneliti mendapatkan bahwa &nbsp;dan &nbsp;Penelitian ini dapat memperkaya referensi terkait pelabelan &nbsp;dan peneliti lain dapat melanjutnya penelitian serupa pada kelas graf lainnya atau megaplikasikan pelabelan &nbsp;pada permasalahan sehari-hari.</p> Hafif Komarullah ##submission.copyrightStatement## 2026-06-17 2026-06-17 7 2 274 283 10.63976/jimat.v7i2.1018 Tinjauan Literatur tentang Pembelajaran dan Pemahaman Konsep Probabilitas dalam Matematika https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1321 <p>Probabilitas merupakan salah satu materi matematika yang penting karena berkaitan dengan penalaran tentang ketidakpastian, prediksi, dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa materi ini masih menjadi salah satu topik yang sulit dipahami siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis hasil-hasil penelitian tentang pembelajaran dan pemahaman konsep probabilitas dalam matematika. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis 30 artikel ilmiah dari jurnal pendidikan matematika yang relevan dengan topik kajian. Data dikumpulkan melalui tahap identifikasi, seleksi, pembacaan mendalam, dan pengelompokan artikel berdasarkan fokus penelitian, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman konsep probabilitas siswa masih cenderung rendah, terutama dalam menyatakan ulang konsep, menentukan ruang sampel, menafsirkan kejadian, memilih representasi yang tepat, dan menyelesaikan soal cerita. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh faktor kognitif, afektif, dan pedagogis, seperti kemampuan berpikir logis, self-regulated learning, minat belajar, rasa ingin tahu, serta kualitas desain pembelajaran. Kajian ini juga menunjukkan bahwa model pembelajaran yang aktif dan kontekstual, seperti Problem Based Learning, Project Based Learning, Learning Cycle 9E, problem posing, dan desain lintasan belajar berbasis PMRI, serta penggunaan media digital interaktif, cenderung lebih efektif dalam mendukung pemahaman probabilitas dibandingkan pembelajaran konvensional. Implikasinya, pembelajaran probabilitas perlu dirancang secara lebih bermakna, eksploratif, dan berorientasi pada pembangunan konsep, bukan sekadar penerapan rumus.</p> Meity Fany Tarigan Rifal Zingiber Sagala Yola Hanisah Hutagalung Tiur Malasari Siregar ##submission.copyrightStatement## 2026-06-17 2026-06-17 7 2 284 293 10.63976/jimat.v7i2.1321 Analisis Kesalahan Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Cerita FPB dan KPK melalui Teori Kastolan ditinjau dari Gaya Belajar https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1370 <p>Penelitian ini menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita FPB dan KPK melalui Teori Kastolan ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V UPT SD Negeri 123 Bangko semester genap tahun pelajaran 2024/2025. Subjek pada penelitian ini terdiri dari satu siswa dengan gaya belajar visual, satu siswa dengan gaya belajar auditori dan satu siswa dengan gaya belajar kinestetik. Instrumen yang digunakan adalah tugas penyelesaina masalah memuat soal cerita FPB dan KPK dan wawancara. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) Siswa dengan gaya belajar visual cenderung melakukan kesalahan konseptual, terutama dalam menghubungkan informasi yang diketahui dengan pertanyaan soal serta dalam penerapan konsep FPB/KPK. Visual unggul dalam pencatatan tetapi lemah pada pemahaman konsep. Faktor penyebab kesalahan meliputi kurangnya penguasaan konsep dasar, rendahnya ketelitian, dan kebiasaan belajar yang kurang tepat, (2) Siswa dengan gaya belajar auditori lebih banyak melakukan kesalahan prosedural, yaitu tidak konsisten mengikuti langkah-langkah penyelesaian meskipun memahami konsep. Auditori kuat dalam menerima informasi lisan namun lemah dalam prosedur. Faktor penyebab kesalahan meliputi kurangnya penguasaan konsep dasar, rendahnya ketelitian, dan kebiasaan belajar yang kurang tepat, (3) Siswa dengan gaya belajar kinestetik dominan melakukan kesalahan teknik, seperti salah hitung atau kelalaian menulis satuan. Kinestetik cepat memahami melalui praktik namun kurang teliti pada detail. Faktor penyebab kesalahan meliputi kurangnya penguasaan konsep dasar, rendahnya ketelitian, dan kebiasaan belajar yang kurang tepat.</p> Nonce Deta Syamsu Alam Taufiq Taufiq Patmaniar Patmaniar Nur Hikmah ##submission.copyrightStatement## 2026-06-17 2026-06-17 7 2 294 312 10.63976/jimat.v7i2.1370 Transformasi Pembelajaran Matematika Berbasis Student Centered Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kurikulum Merdeka https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1372 <p style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 11.0pt; line-height: 150%;">Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebagai bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, melainkan beralih pada pendekatan Student Centered Learning yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Transformasi ini menjadi penting khususnya dalam pembelajaran matematika yang selama ini cenderung bersifat prosedural dan kurang mendorong kemampuan analitis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Student Centered Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan subjek berupa berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan. Instrumen penelitian berupa dokumentasi artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang diperoleh melalui database akademik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis siswa seperti Problem Based Learning, Discovery Learning, dan Inquiry Learning secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam menganalisis masalah, mengevaluasi informasi, serta menyusun solusi secara logis dan sistematis. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu mengoptimalkan penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagai strategi utama dalam pembelajaran matematika. Selain itu, diperlukan dukungan kurikulum dan pelatihan guru agar implementasi Student Centered Learning dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.</span></p> Siti Partimah Nabilah Dini Palupi Putri ##submission.copyrightStatement## 2026-06-17 2026-06-17 7 2 313 326 10.63976/jimat.v7i2.1372 Pengembangan Video Animasi Vektor Berbasis Konteks Dulmuluk untuk Penguatan Literasi Numerasi Siswa SMA https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1383 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk video animasi matematika yang memiliki kriteria valid, praktis serta mempunyai efek potensial terhadap kemampuan literasi numerasi siswa dan siswi kelas XI SMA Negeri 09 Ogan Komering Ulu. Cerita pada video matematika ini diadaptasi dari syair Dulmuluk pada bagian keempat yaitu pelayaran Abdul Muluk menjelajahi negeri lautan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan menggunakan alur tessmer (1993) yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu <em>self evaluation, expert review, one to one, small group </em>dan terakhir adalah <em>field test</em>. Instrumen pada penelitian ini menggunakan lembar angket kevalidan dan kepraktisan, wawancara dan tes. Data kevalidan dikumpulkan melalui komentar dan saran dari beberapa validator kemudian data kepraktisan didapat dari hasil angket dan wawancara pada tahapan <em>one to one, small group </em>dan <em>field test </em>selanjutnya efek potensial dilihat dari hasil belajar yang dilakukan siswa setelah menjawab soal tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan terkategori valid dinyatakan oleh validator pada tahapan <em>expert review </em>kemudian praktis dari hasil angket dan wawancara pada tahap <em>one to one</em><em>,</em> <em>small group</em><em>, </em>dan <em>field test,</em> dikatakan memiliki efek potensial berdasarkan hasil tes dari tahap <em>field test</em><em>.</em></p> Iqbal Putra Hartatiana Hartatiana Feli Ramury ##submission.copyrightStatement## 2026-06-17 2026-06-17 7 2 327 347 10.63976/jimat.v7i2.1383 Kajian Literatur tentang Penerapan Enam Tahapan Pembelajaran Dienes pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan di Sekolah Dasar https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1385 <p>Pembelajaran matematika di sekolah dasar perlu dirancang sesuai dengan karakteristik berpikir siswa yang masih membutuhkan pengalaman konkret sebelum memahami simbol dan aturan formal. Materi penjumlahan dan pengurangan menjadi dasar penting dalam operasi hitung karena berpengaruh terhadap kesiapan siswa mempelajari konsep matematika berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan enam tahapan pembelajaran Dienes pada materi penjumlahan dan pengurangan di sekolah dasar melalui sintesis berbagai artikel ilmiah yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berupa artikel ilmiah yang membahas teori Dienes, block Dienes, benda konkret, penjumlahan, pengurangan, dan pembelajaran matematika sekolah dasar. Instrumen yang digunakan meliputi lembar telaah artikel, lembar penilaian kualitas artikel, tabel ekstraksi data, dan matriks sintesis. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui pencarian artikel pada Google Scholar, Garuda, portal jurnal nasional, dan laman jurnal terbuka dengan rentang tahun 2015–2026. Dari 35 artikel awal yang ditemukan, dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 15 artikel akhir, dengan 8 artikel utama yang dianalisis secara mendalam. Teknik analisis data menggunakan analisis isi dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Dienes dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan banyak muncul melalui penggunaan block Dienes dan benda konkret. Temuan juga menunjukkan bahwa tahapan bermain bebas, permainan dengan aturan, representasi, dan simbolisasi lebih dominan dibahas, sedangkan tahap pencarian kesamaan sifat dan formalisasi belum banyak diuraikan secara rinci. Kajian ini merekomendasikan agar penelitian selanjutnya menguji penerapan enam tahapan Dienes secara lengkap melalui penelitian lapangan atau penelitian tindakan kelas.</p> Dewiska Ibniyati Fitriyani Fitriyani Mifta Hurrahma Lati Raubatul Asslamia Dina Dwi Vaganza Nova Eliza Dini Palupi Putri ##submission.copyrightStatement## 2026-06-17 2026-06-17 7 2 348 366 10.63976/jimat.v7i2.1385 TikTok sebagai Sumber Belajar Matematika: Studi Kasus Partisipasi Audiens pada Live Streaming “Mbah Guru Matematika” https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1390 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk partisipasi audiens dalam <em>live streaming</em> akun TikTok “Mbah Guru Matematika” serta mengidentifikasi bagaimana partisipasi tersebut mencerminkan keterlibatan audiens dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan dokumentasi pada dua sesi <em>live streaming</em> yang dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 Mei 2026 dengan durasi masing-masing kurang lebih 60 menit. Berdasarkan 350 komentar yang terdokumentasi, dipilih 120 komentar yang relevan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi audiens dapat dikelompokkan menjadi partisipasi perilaku, partisipasi kognitif rendah, partisipasi kognitif sedang, dan partisipasi kognitif tinggi. Partisipasi yang paling dominan adalah partisipasi kognitif rendah yang ditandai dengan pemberian jawaban langsung tanpa disertai alasan matematis. Meskipun demikian, ditemukan pula partisipasi kognitif sedang berupa pertanyaan terkait langkah penyelesaian serta partisipasi kognitif tinggi yang ditunjukkan melalui penjelasan strategi dan argumentasi matematis. Selain itu, tingginya aktivitas <em>like</em>, <em>share</em>, dan <em>gift</em> menunjukkan adanya respons positif terhadap pembelajaran yang berlangsung. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa <em>live streaming</em> TikTok pada akun “Mbah Guru Matematika” berpotensi menjadi sumber belajar matematika alternatif yang interaktif dan mampu mendorong partisipasi audiens, meskipun kualitas keterlibatan kognitif yang lebih mendalam masih perlu ditingkatkan.</p> Rulia Nurul Qomariah Muhammad Kamaluddin Dwi Yuliati Zulfa Zahria Izana ##submission.copyrightStatement## 2026-06-17 2026-06-17 7 2 367 375 10.63976/jimat.v7i2.1390 Pengembangan Soal Hots Bangun Datar Untuk Mengukur Nalar Dalam Pemecahan Masalah Matematika di Sekolah Dasar https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1398 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi bangun datar untuk mengukur kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate, namun penelitian dibatasi hingga tahap develop. Instrumen yang dikembangkan berupa 15 soal pilihan ganda berbasis HOTS yang disusun berdasarkan indikator penalaran (reasoning), pemecahan masalah (problem solving), dan pembuktian (proof) mengacu pada National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) serta Taksonomi Bloom revisi Anderson dan Krathwohl pada level kognitif C4 dan C5. Validasi awal instrumen dilakukan oleh satu dosen ahli pendidikan matematika untuk memperoleh masukan terkait kesesuaian indikator, materi, dan konstruksi soal, kemudian dilanjutkan dengan uji coba kepada siswa kelas IV sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memperoleh persentase validitas sebesar 85,33% dengan kategori sangat valid. Hasil analisis reliabilitas menunjukkan koefisien sebesar 0,66 dengan kategori baik. Analisis validitas butir menunjukkan bahwa 7 dari 15 butir soal memenuhi kriteria valid, sedangkan butir lainnya memerlukan revisi lebih lanjut. Tingkat kesukaran soal didominasi kategori sedang, daya pembeda sebagian besar berada pada kategori baik hingga sangat baik, serta efektivitas pengecoh menunjukkan bahwa sebagian besar distraktor berfungsi dengan baik. Dengan demikian, instrumen yang dikembangkan menunjukkan kelayakan awal sebagai alat ukur kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar, namun beberapa butir soal masih memerlukan revisi untuk meningkatkan kualitas pengukuran.</p> Asep Yogie Sholihin Afaz Maarif Muslim Aida Nurasyipha Syifa Rizky Auliya Hafiziani Eka Putri Teten Ginanjar Rahayu ##submission.copyrightStatement## 2026-06-17 2026-06-17 7 2 376 394 10.63976/jimat.v7i2.1398 Analisis Miskonsepsi Siswa SD pada Materi Luas dan Keliling Bangun Datar Persegi dan Persegi Panjang https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1403 <p>Rendahnya literasi matematika siswa sekolah dasar di Indonesia menjadi indikasi perlunya identifikasi miskonsepsi sejak dini, khususnya pada materi geometri dasar yang bersifat fundamental. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk miskonsepsi siswa kelas V sekolah dasar pada materi luas dan keliling bangun datar persegi dan persegi panjang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan instrumen four-tier diagnostic test yang terdiri dari empat soal, masing-masing mencakup pilihan jawaban, tingkat keyakinan jawaban, alasan jawaban, dan tingkat keyakinan alasan. Instrumen divalidasi secara deskriptif oleh dua ahli pendidikan matematika dan diuji reliabilitasnya menggunakan koefisien Cronbach Alpha (α = 0,78). Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas V SD Negeri 1 Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria telah menyelesaikan pembelajaran materi luas dan keliling bangun datar. Hasil analisis menunjukkan bahwa 79,16% siswa berada pada kategori pencapaian cukup rendah hingga sangat rendah (cukup rendah: 20,83%; rendah: 37,5%; sangat rendah: 20,83%), yang mengindikasikan tingginya prevalensi miskonsepsi pada materi ini. Tiga jenis miskonsepsi dominan yang teridentifikasi adalah: (1) kerancuan konseptual dalam membedakan luas dan keliling; (2) kesalahan penerapan rumus secara mekanis tanpa pemahaman makna konsep; dan (3) ketidakmampuan membedakan satuan panjang (cm) dengan satuan luas (cm²). Temuan ini menegaskan perlunya pembelajaran berbasis representasi konkret, pendekatan kontekstual, dan penerapan asesmen diagnostik berkelanjutan untuk mendeteksi serta menangani miskonsepsi sejak tingkat pendidikan dasar.</p> Trimeila Rosa Nabilla Nabilla Melda Melda Asih Utami Fakhrunnisa Cahya Afifi ##submission.copyrightStatement## 2026-06-17 2026-06-17 7 2 395 408 10.63976/jimat.v7i2.1403 Penerapan Maximum Flow Pada Graf Bipartit Untuk Optimalisasi Penugasan Santri Patriot Panji Pelopor Puteri https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1407 <p>Proses pembagian tugas Santri Patriot Panji Pelopor Puteri di Pondok Pesantren Nurul Jadid Wilayah Al-Hasyimiyah selama ini masih dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan distribusi tugas, benturan jadwal, serta kurang efisiennya waktu yang diperlukan dalam penyusunan penugasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode <em>maximum flow </em>pada graf bipartit melalui pendekatan <em>maximum flow </em>untuk memperoleh sistem penugasan yang lebih optimal. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang meliputi tahap identifikasi permasalahan, pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi, penyusunan matriks bipartit, pembentukan graf bipartit, transformasi graf ke dalam bentuk <em>&nbsp;flow networkx, </em>serta perhitungan aliran maksimum menggunakan bahasa pemrograman Python dengan bantuan pustaka NetworkX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 90 santri berhasil memperoleh sedikitnya satu penugasan sesuai dengan batasan yang telah ditetapkan. Selain itu, tidak ditemukan santri yang menerima lebih dari tiga penugasan, dari 53 jenis penugasan yang tersedia, sebanyak 106 penugasan berhasil dialokasikan secara optimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan <em>maximum matching </em>berbasis <em>maximum flow </em>mampu mendukung pemerataan pembagian tugas, mengurangi potensi konflik penjadwalan, serta meningkatkan efektivitas proses penugasan dibandingkan metode yang dilakukan secara manual. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat dijadikan alternatif dalam pengelolaan penugasan Santri Patriot Panji Pelopor Puteri yang lebih sistematis dan efisien.</p> Anik Marliana Ningsih Olief Ilmandira Ratu Farisi ##submission.copyrightStatement## 2026-06-17 2026-06-17 7 2 409 419 10.63976/jimat.v7i2.1407 Analisis Permasalahan Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas V SPF SD Negeri 101775 Sampali https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1415 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan pembelajaran matematika pada siswa kelas V di SPF SD Negeri 101775 Sampali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi guru wali kelas V dan siswa kelas 5A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 11 dari 28 siswa belum mencapai ketuntasan belajar, terutama pada materi pecahan dan soal cerita. Permasalahan ini dipengaruhi oleh faktor internal berupa rendahnya motivasi belajar dan lemahnya pemahaman konsep, serta faktor eksternal berupa dominasi metode ceramah, keterbatasan media pembelajaran interaktif, dan rendahnya keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini berkontribusi dalam memetakan akar permasalahan pembelajaran matematika kelas V secara empiris sehingga dapat menjadi landasan perancangan intervensi pedagogis yang lebih kontekstual dan berbasis kebutuhan nyata siswa, khususnya dalam implementasi Kurikulum Merdeka.</p> Denri Laurensius Sitanggang Gilang Fathir Andikha Grace Shinta Simbolon Putri Pakpahan Anatasia Egresia Saragih Elvi Mailani ##submission.copyrightStatement## 2026-06-18 2026-06-18 7 2 420 429 10.63976/jimat.v7i2.1415 Analisis Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Siswa pada Pemahaman Konsep Bangun Datar di Kelas IVB SD Pelangi https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1417 <p>Pemahaman konsep matematika merupakan salah satu kemampuan dasar yang perlu dimiliki siswa sekolah dasar untuk mendukung keberhasilan belajar pada materi-materi berikutnya. Namun, dalam praktik pembelajaran masih ditemukan berbagai kesulitan yang dialami siswa, khususnya pada materi geometri, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang tepat untuk membantu siswa memahami konsep secara lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami siswa dalam memahami konsep bangun datar serta mengkaji strategi yang diterapkan guru dalam mengatasi kesulitan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas IVB SD Pelangi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan studi dokumentasi terhadap modul ajar yang digunakan dalam pembelajaran. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami jumlah sisi, jenis sudut, kesejajaran, dan klasifikasi bangun datar. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru menerapkan model Discovery Learning dengan memanfaatkan benda konkret, permainan tangram, serta mengaitkan materi dengan objek yang terdapat di lingkungan sekitar siswa. Analisis dokumentasi juga menunjukkan bahwa modul ajar telah dirancang secara interaktif melalui kegiatan pengamatan, diskusi, eksplorasi, refleksi, dan penyusunan bentuk bangun datar yang berpusat pada siswa. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan strategi pembelajaran berbasis penemuan yang didukung media konkret dan kontekstual dapat menjadi alternatif bagi guru dalam membantu siswa memahami konsep geometri di sekolah dasar.</p> Nadhilah Syafitri Elvi Mailani Dina Aulia Zuhti Atitta Putri Nadine Gwen C.H. Sitorus Selsy Abrilya ##submission.copyrightStatement## 2026-06-18 2026-06-18 7 2 430 437 10.63976/jimat.v7i2.1417 Analisis Peramalan Jumlah Penumpang Kapal Feri Rute Bastiong ke Sofifi di Maluku Utara : Studi Komparasi Metode Double Moving Average dan Double Eksponential Smoothing https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1418 <p>Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat akurasi antara metode Double Moving Average (DMA) dan Double Eksponential Smoothing (DES) dalam meramalkan jumlah penumpang kapal feri pada rute Pelabuhan Bastiong Ternate menuju Pelabuhan Sofifi, Provinsi Maluku Utara. Data yang dianalisis merupakan data sekunder jumlah penumpang bulanan selama periode Januari hingga November tahun 2024, yang menunjukkan pola pergerakan sangat fluktuatif dengan jumlah tertinggi terjadi pada bulan Januari (16.249 orang) dan penurunan tajam mencapai titik terendah pada bulan November (1.868 orang). Metode analisis menggunakan perhitungan statistik deret waktu, dengan pengujian kinerja model didasarkan pada indikator kesalahan Mean Absolute Error (MAE), Mean Square Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE).</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Double Eksponential Smoothing dengan parameter optimal &nbsp;menghasilkan nilai kesalahan yang lebih kecil yaitu MAE sebesar 3.100,64, MSE sebesar 13.245.781,22, serta MAPE sebesar 27,65%. Sementara itu, metode Double Moving Average dengan periode n=3 menghasilkan nilai kesalahan yang lebih tinggi, yakni MAE sebesar 3.358,08, MSE sebesar 15.124.698,48, dan MAPE sebesar 31,48%. Berdasarkan perbandingan tersebut, metode Double Eksponential Smoothing terbukti memiliki tingkat akurasi yang lebih unggul dan lebih adaptif terhadap perubahan pola data dibandingkan metode Double Moving Average. Melalui model terbaik ini, diprediksi jumlah penumpang pada bulan Desember 2024 diperkirakan mencapai 6.589 orang.Temuan ini menjadi dasar rekomendasi bagi pengelola pelabuhan dan operator pelayaran dalam menyusun jadwal serta menentukan kapasitas armada yang efisien dan sesuai dengan permintaan pasar.</p> <p>&nbsp;</p> Hasanuddin Usman Isman M. Nur ##submission.copyrightStatement## 2026-06-18 2026-06-18 7 2 438 447 10.63976/jimat.v7i2.1418 Profil Emosi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika Ditinjau dari Aspek Afektif https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1424 <p>Aspek afektif memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika karena dapat memengaruhi keterlibatan, motivasi, dan pengalaman belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil emosi belajar siswa dalam pembelajaran matematika ditinjau dari aspek afektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 19 siswi kelas IX B MTs Pondok Karya Pembangunan Al-Hidayah Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan menggunakan Angket Emosi Belajar Siswa yang terdiri atas 30 butir pernyataan dengan skala Likert lima tingkat dan mencakup delapan indikator, yaitu perasaan senang, antusiasme, percaya diri, kecemasan, kebosanan, frustrasi, motivasi belajar, dan kepuasan belajar. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase dengan kategori sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil emosi belajar siswa memperoleh persentase sebesar 69,5% dan berada pada kategori baik. Indikator kepuasan belajar (89,82%) dan motivasi belajar (85,26%) memperoleh kategori sangat baik, sedangkan perasaan senang, antusiasme, percaya diri, dan kebosanan berada pada kategori baik. Sementara itu, kecemasan (58,68%) dan frustrasi (59,73%) berada pada kategori cukup. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki kondisi emosional yang positif selama mengikuti pembelajaran matematika, meskipun masih terdapat sebagian siswa yang mengalami hambatan emosional berupa kecemasan dan frustrasi. Hasil penelitian mengindikasikan pentingnya pembelajaran yang mendukung perkembangan emosi positif sekaligus membantu mengurangi emosi negatif siswa dalam pembelajaran matematika.</p> Adhwa Nurfadhilah Citra Ayu Wardani Wahidasani Rajwa Aqillah Novferma Novferma Husni Sabil ##submission.copyrightStatement## 2026-06-18 2026-06-18 7 2 448 460 10.63976/jimat.v7i2.1424 Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Materi Aritmatika Sosial https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1428 <p>Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif matematika siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi aritmatika sosial. Subjek penelitian adalah 20 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian terdiri atas tes hasil belajar, lembar observasi, LKS, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui nilai rata-rata, ketuntasan klasikal, dan gain ternormalisasi, serta secara kualitatif melalui hasil observasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 49,90 pada tes awal menjadi 64,45 pada siklus I dan 76,80 pada siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 20% pada tes awal menjadi 40% pada siklus I dan 85% pada siklus II. Gain ternormalisasi dari tes awal ke siklus II sebesar 0,54 dan berada pada kategori sedang. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan keterlaksanaan pembelajaran dari 62,50% pada siklus I menjadi 78,12% pada siklus II. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial.</p> Yani Awal Asmira Sudiman ##submission.copyrightStatement## 2026-06-18 2026-06-18 7 2 461 469 10.63976/jimat.v7i2.1428 Implementasi Model Pembelajaran Guided Teaching untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Proporsional Siswa SMA pada Materi Perbandingan https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1374 <p>Kemampuan berpikir proporsional merupakan kemampuan yang dibutuhkan siswa memahami konsep perbandingan. Penelitian ini menawarkan cara belajar yang aktif dan kolaboratif serta bekerja sama dalam tim melalui model pembelajaran <em>guided teaching</em>. Karena itu, tujuan penelitian ini, yaitu a) untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir proporsional siswa melalui model pembelajaran <em>guided teaching</em> dan pembelajaran konvensional; b) untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir proporsional siswa melalui model pembelajaran <em>guided teaching </em>dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan studi kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X sebanyak dua kelas, yaitu 25 siswa kelas X<sub>1</sub> sebagai kelas eksperimen dan 25 siswa kelas X<sub>2</sub> sebagai kelas kontrol. Instrumen berupa tes uraian mencakup dua soal, disertai kunci jawaban dan pedoman untuk penilaian skor. Data tes dianalisis menggunakan uji normalitas distribusi data skor gain-ternormalisasi, Kolmogorov Smirnov, uji homogenitas varians data dan Levene Statistics. Hasil penelitian, yaitu (1) terdapat peningkatan kemampuan berpikir&nbsp; proporsional siswa yang memeperoleh model pembelajaran <em>guided teaching </em>lebih baik daripa siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan kategori sedang; (2) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir proporsional siswa melalui model pembelajaran <em>guided teaching</em> dan model pembelajaran konvensional. Penelitian selanjutnya melakukan penelitian mengkaji model pembelajaran yang terintegrasi dengan kemampuan berpikir. Mempertimbangkan jumlah subjek karena subjek yang disediakan dalam penelitian ini masih terbatas.</p> Isman M Nur Hasanuddin Usman Diah Prawitha Sari Karman Lanani ##submission.copyrightStatement## 2026-06-18 2026-06-18 7 2 470 482 10.63976/jimat.v7i2.1374