https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/issue/feed Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) 2026-03-16T10:25:05+07:00 Rusdyi Habsyi rusdy.habsy@gmail.com Open Journal Systems <p align="justify">The Scientific Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) is a scientific periodical publication (e-ISSN: 2774-1729) that presents the latest information in the field of Mathematics Education and Mathematical Science, through articles both based on field research and literature review. Through these publications, the Scientific Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) pursues the mission to distribute information and develop science, especially in the fields of Mathematics Education and Mathematical Science. By using the Open Journal System (OJS), the Scientific Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT)can be widely accessed and researchers can submit research results packaged in the form of articles by following the guidelines provided by the Scientific Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT).<strong>&nbsp; &nbsp; </strong>&nbsp; &nbsp;</p> https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1290 Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Ditinjau dari Gaya Kognitif dalam Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 2026-02-04T06:28:39+07:00 Novita Dwi Maharani Sabban Novitadwi.ms@handayani.ac.id Respaty Namruddin respatynamruddin@handayani.ac.id Syuryadi Syuryadi syuryadiadi@gmail.com Suryadi Ishak suryadi.ishak@unm.ac.id <p>Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan esensial yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika di perguruan tinggi, khususnya pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa ditinjau dari gaya kognitif dalam menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek mahasiswa program studi Pendidikan Matematika yang dikelompokkan ke dalam gaya kognitif field independent dan field dependent. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pemecahan masalah, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan gaya kognitif field independent memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik pada aspek analisis, inferensi, dan evaluasi dibandingkan mahasiswa dengan gaya kognitif field dependent.</p> 2026-01-06T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1070 Inovasi Model Proyek Based Learning Berbasis Sains, Teknologi, Teknik, Dan Matematika Terhadap Penalaran Matematis Dan Motivasi Belajar Siswa SMA 2026-02-10T19:16:47+07:00 Safri Tinamba safritinamba1979@gmail.com La Yusran La Kalamu llayusran@gmail.com <p>Penalaran matematis merupakan kesanggupan seseorang dalam menyusun bukti, memberi penjelasan dan mengambil sebuah kesimpulan dari permasalahan yang dihadapi. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SMA Negeri 8 Kota Tidore Kepulauan (TIKEP) menunjukkan bahwa proses pembelajaran dan soal-soal evaluasi yang diberikan belum berorientasi untuk mengembangkan kemampuan penalaran matematika. Hal ini mengakibatkan rendahnya kemampuan penalaran matematika siswa. Siswa kesulitan menganalisis informasi yang ada, cenderung menerima apa adanya informasi yang disampaikan maupun yang tertulis dalam buku, dan pasif dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan maupun menjawab pertanyaan dari permasalahan yang diajukan guru.&nbsp; Faktor lain yang dapat mempengaruhi kemampuan penalaran matematika siswa masih rendah diakibatkan karena kurangnya motivasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perbedaan penalaran matematis siswa kelas XI SMA Negeri 8 Kota Tidore Kepulauan sebelum dan sesudah perlakuan model pembelajaran PjBL berbasis STEM; (2) mendeskripsikan motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 8 Kota Tidore Kepulauan sebelum dan sesudah perlakuan model Proyek Based Learning (PjBL) berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Pre-Experimental one-Group pretest-posttest design. Waktu penelitian ini&nbsp; dilakukan semester genap. Jumlah populasi penelitian ini adalah 86 siswa dan sampel dipilih 1 kelas dari 3 kelas secara acak diperoleh sebanyak 28 siswa. Instrument pengumpulan data terdiri atas instrument tes dan non test. Instrument test dalam bentuk uraian untuk mengukur kemampuan penalaran matematis. Sedangkan instrument non test merupakan angket motivasi belajar dengan menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) terdapat perbedaan penalaran matematis siswa secara signifikan sebelum dan sesudah perlakuan model pembelajaran PjBL berbasis STEM; (2) terdapat perbedaan motivasi belajar siswa secara signifikan sebelum dan sesudah perlakuan model Proyek Based Learning (PjBL) berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).&nbsp; Bagi peneliti lain, menjadikan hasil penelitian ini sebagai pedoman dan bahan pertimbangan dalam penelitian selanjutnya yang relevan.</p> 2026-02-04T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1232 Pengembangan Media Canva Interaktif Pada Materi Penjumlahan Bilangan Asli di Kelas 1 Sekolah Dasar 2026-02-04T08:20:21+07:00 Helena Auria BR Purba helena77purba@upi.edu Vera Novianti veranovia11@upi.edu Muhammad Hafidz Zikri AR Rasyid hafidzzar0905@upi.edu Alfiana Nurussama Alfiana.Nurussama@upi.edu Hafiziani Eka Putri helenaauriap@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mempermudahkan pemahaman literasi numerasi siswa kelas 1 sekolah dasar pada materi bilangan asli melalui penggunaan media pembelajaran yang interaktif. Media ini bertujuan untuk membantu &nbsp;siswa agar dapat memvisualisasikan konsep penjumlahan bilangan asli kedalam kehidupan sehari-hari sehingga memudahkan mereka</p> <p>mengembangkan media pembelajaran melalui Canva Interaktif dengan materi penjumlahan bilangan aslidalam memahami materi pembelajaran tersebut.Penelitian ini menggunakan metode ADDIE yang meliputi tahap <em>Analysis, Design, Development, Implementation, </em>dan<em> Evaluation </em>.Subjek penelitian dilakukan di SDN 6 Ciseureuh, Purwakarta.Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan lembar validasi ahli materi, ahli media dan angket respon siswa. Data yang didapat kemudian di analisis secara kuantitatif dengan teknik persentase untuk menentukan kelayakan media tersebut. Dari hasil data validasi ahli materi sebesar 92,74% dan validasi dari ahli media sebesar 92,42% dengan kategori sangat valid. Kemudian ada angket respon siswa yang dimana memperoleh presentase 99,27% yang dimana presentase ini masuk kedalam kategori sangat praktis. Maka disimpulkan bahwa media Canva Interaktif yang dikembangkan oleh peneliti layak untuk digunakan dalam pembelajaran dan membantu pemahaman konsep bilangan asli pada kelas 1 sekolah dasar.Untuk penelitian selajutnya juga dapat menggunakan media yang menambahkan audio yang lebih berkualitas.</p> 2026-02-04T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/927 Efektivitas Model Thinking Aloud Pair Problem Solving Berbantuan Powerpoint dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Materi Aritmatika Sosial 2026-02-05T12:06:15+07:00 Berliana Iqklima brlnqk@gmail.com Beni Asyhar asyhar_beni@uinsatu.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakngi oleh kurangnya pemahaman siswa, kurangnya minat belajar, dan kurangnya variasi media pembelajaran yang berdampak terhadap rendahnya hasil belajar matematika siswa. Pada materi aritmatika sosial, siswa sering mengalami kesulitan mengidentifikasi informasi dan menerjemahkan soal ke bentuk model matematika. Hal ini dikarenakan pembelajaran masih berupa model pembelajaran langsung, yang masih berpusat pada guru dan terkesan kurang menarik. Sehingga dipilih model pembelajaran <em>Thinking Aloud Pair Problem Solving </em>berbantuan <em>powerpoint</em>. Model TAPPS adalah model yang menekankan siswa untuk berpikir keras (maksudnya dimana siswa harus berpikir sampai menemukan solusi), dan kemudian siswa tersebut akan menjelaskan langkah penyelesainnya kepada pasangan diskusinya. Penerapan model ini dibantu dengan media <em>powerpoint </em>yang dapat menarik minat belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model TAPPS berbantuan <em>powerpoint </em>efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada materi aritmatika sosial di kelas VII SMPN 2 Kalidawir Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kunatitatif, dengan jenis penelitian <em>quasi experiment </em>dengan desain <em>the nonequivalent posttest-only control group design</em>. &nbsp;Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMPN 2 Kalidawir Tulungagung. Dalam pengambilan sampel menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>, dengan kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data beruapa tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji <em>independent sample t-test</em>. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata <em>posttest </em>kelas kontrol sebesar 72,48, sedangkan rata-rata <em>posttest </em>kelas eksperimen. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 &lt; 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa &nbsp;ditolak dan &nbsp;diterima, dengan demikian model pembelajaran TAPPS berbantuan <em>powerpoint </em>terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada materi aritmatika sosial di kelas VII SMPN 2 Kalidawir Tulungagung. Disarankan agar penelitian selanjutnya dapat mengaplikasikan model pembelajaran yang serupa pada aspek non-kognitif siswa, namun dilakukan pada jenjang pendidikan yang berbeda dan menggunakan media pembelajaran inovatif lainnya selain <em>powerpoint</em>.</p> 2026-02-05T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1204 Relevansi Teori Belajar Matematika Peter Sheal, Anand, dan Duckworth bagi Guru di Era Kurikulum Merdeka 2026-02-05T12:22:19+07:00 Naesyalova Danu Salsabila Naesyalovasalsabila06@gmail.com Puspita Maha Rani psptrani1776@gmail.com Kusno . psptrani1776@gmail.com <p id="docs-internal-guid-8aa8aee0-7fff-a037-5781-b8637efd9436" dir="ltr" style="line-height: 1.3900000000000001; text-align: justify; margin-top: 0.0pt; margin-bottom: 8.0pt;">Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi matematika siswa Indonesia pada hasil PISA dan TIMSS yang menunjukkan perlunya transformasi metode pengajaran. Masalah utama terletak pada dominasi metode pengajaran tradisional yang monoton sehingga menghambat motivasi dan keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji relevansi teori Peter Sheal, Ananda, dan Duckworth sebagai landasan pedagogis dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Menggunakan metode studi pustaka (library research), hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Peter Sheal menekankan pengalaman langsung yang mampu meningkatkan retensi pengetahuan hingga 90% melalui aktivitas praktis dan komunikasi. Teori Ananda mengedepankan pendekatan PAKEM dan disiplin mental untuk membangun partisipasi aktif serta kemandirian siswa. Sementara itu, teori Duckworth menonjolkan konsep grit dan konstruktivisme agar siswa memiliki ketekunan dalam menghadapi tantangan matematika yang kompleks. Sintesis ketiga teori ini menciptakan kerangka kerja sinergis yang memberikan aspek kebermaknaan, keterlibatan aktif, dan ketangguhan mental. Kesimpulannya, penggabungan ketiga teori tersebut menawarkan solusi inovatif bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan berpusat pada siswa sesuai tuntutan pendidikan abad ke-21.</p> 2026-02-05T12:22:19+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1215 Pengembangan Media Digital Interaktif Canva Terintegrasi Wordwall dalam Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Berlandaskan Teori Bruner 2026-02-05T12:32:15+07:00 Natalina Aritonang rismahasan12@upi.edu Risma Hasna Budiarti rismahasna12@upi.edu Arafatus Saadah rismahasan12@upi.edu Alfiana Nurussama rismahasan12@upi.edu <p>Pembelajaran matematika di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif agar siswa mampu memahami konsep dasar berhitung secara konkret. Salah satu permasalahan yang sering muncul adalah rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap materi penjumlahan dan pengurangan akibat penyajian pembelajaran yang monoton. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Canva dan Wordwall yang dirancang menggunakan model ADDIE dan berlandaskan teori belajar Bruner. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji tingkat validitas, kepraktisan, serta efektivitas media dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap konsep operasi bilangan. Penelitian ini termasuk jenis Research and Development (R&amp;D) yang dilaksanakan di SD Plus Al-Barokah dengan melibatkan siswa kelas II sebagai subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket validasi ahli materi dan ahli media, serta angket respon siswa untuk menilai kepraktisan penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif yang dikembangkan memperoleh kriteria sangat valid dari para ahli, dengan tampilan visual dan interaktivitas yang menarik serta sesuai dengan kebutuhan belajar siswa sekolah dasar. Selain itu, respon siswa menunjukkan bahwa media ini sangat praktis, mudah digunakan, dan mampu menumbuhkan motivasi belajar. Berdasarkan hasil tersebut, media interaktif berbasis Canva dan Wordwall ini layak digunakan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika, sekaligus mendorong guru untuk lebih kreatif memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan belajar.</p> 2026-02-05T12:32:15+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1231 Implementasi Bahan Ajar Google Sites pada Materi Komposisi Fungsi SMK Negeri di Cirebon 2026-02-05T12:53:20+07:00 Huda Huda huda.122070005@ugj.ac.id Surya Amami Pramuditya amamisurya@ugj.ac.id <p>Keterbatasan ketersediaan buku pegangan dan bahan ajar cetak di sekolah kejuruan berdampak pada rendahnya kemandirian dan pemahaman siswa terhadap konsep matematika yang bersifat abstrak. Kondisi ini menuntut pengembangan bahan ajar digital yang mudah diakses, terstruktur, dan mampu memfasilitasi visualisasi konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital berbasis Google Sites serta menguji keefektifannya dalam meningkatkan pemahaman siswa pada salah satu materi matematika tingkat sekolah menengah kejuruan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan produk, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 34 siswa kelas X di salah satu SMK Negeri di Cirebon. Instrumen penelitian meliputi tes pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa, serta angket untuk mengetahui respons siswa terhadap media yang dikembangkan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan hasil pretest dan posttest serta persentase tanggapan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang signifikan, ditandai dengan kenaikan persentase jawaban benar dari 41,2% pada pretest menjadi 97,06% pada posttest, serta berkurangnya kesalahan konseptual dalam menyelesaikan soal. Respons siswa juga menunjukkan penilaian positif pada aspek teknis, pedagogis, dan estetika media. Temuan ini mengindikasikan bahwa bahan ajar berbasis Google Sites efektif digunakan sebagai alternatif sumber belajar digital dan berpotensi mendukung pembelajaran mandiri serta diferensiasi pembelajaran matematika di sekolah kejuruan.</p> 2026-02-05T12:53:20+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1175 Integrasi Etnomatematika Dalam Pembelajaran Problem-Based Learning Untuk Menumbuhkan Kreativitas Dan Cara Berpikir Kritis Siswa SMP 2026-03-16T07:09:23+07:00 Lisdawati Sapsuha odezulaeha@gamil.com Mutia B.Hi Husein zulaehapepunj@gmail.com Ode Zulaeha zulaehapepunj@gmail.com <p>Integrasi etnomatematika dalam pembelajaran matematika penting untuk menghadirkan konteks budaya lokal yang bermakna serta menumbuhkan kreativitas dan berpikir kritis siswa SMP. Dalam pembelajaran abad ke-21, model Problem-Based Learning (PBL) dinilai efektif karena melibatkan siswa dalam pemecahan masalah autentik yang relevan dengan realitas budaya mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas integrasi etnomatematika dalam PBL terhadap kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan desain mixed methods sequential explanatory dengan subjek siswa kelas VIII SMP yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kreativitas dan berpikir kritis, observasi, serta wawancara, selama empat pertemuan pembelajaran PBL berbasis etnomatematika. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan paired t-test dan effect size, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi etnomatematika dalam PBL secara signifikan meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa. Konteks budaya terbukti memperkuat proses kognitif dan afektif dalam pembelajaran matematika. Implikasinya, guru disarankan mengintegrasikan budaya lokal secara sistematis dalam PBL, dan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan perangkat etnomatematika-PBL yang lebih luas dan terstandar.</p> 2026-03-16T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1176 Upaya Penguatan Keterampilan Abad 21 Siswa SMP Dilingkungan Pembelajara Model Berdiferensiai 2026-03-16T07:18:47+07:00 Yuliana Jufri odezulaeha@gamil.com Anona Rustam zulaehapepunj@gmail.com Ode Zulaeha zulaehapepunj@gmail.com <p>Perkembangan teknologi dan kebutuhan global menuntut peserta didik memiliki keterampilan abad ke-21 yang mencakup berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah menengah pertama masih cenderung bersifat seragam, belum sepenuhnya mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar siswa (Tomlinson, 2017). Penelitian ini menjadi penting untuk mengkaji bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan keterampilan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya penguatan keterampilan abad 21 melalui penerapan model pembelajaran berdiferensiasi pada siswa SMP serta menganalisis dampak implementasinya terhadap kemampuan belajar siswa.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek 62 siswa kelas VIII dari dua sekolah negeri berbeda. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi keterampilan abad 21, angket persepsi siswa, serta rubrik penilaian proyek. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, penilaian berbasis proyek, dan wawancara singkat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji perbedaan nilai rata-rata untuk melihat perubahan kemampuan siswa.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi meningkatkan keterampilan abad 21 secara signifikan, terutama pada aspek kolaborasi (Δ = 0.32) dan kreativitas (Δ = 0.28). Siswa dengan variasi gaya belajar yang sebelumnya memiliki capaian rendah menunjukkan peningkatan partisipasi dan pemahaman konsep. Temuan ini mendukung pandangan bahwa diferensiasi konten, proses, dan produk memungkinkan setiap siswa belajar sesuai kesiapan dan minatnya (Heacox &amp; Cash, 2020). Penelitian ini merekomendasikan guru untuk mengintegrasikan strategi diferensiasi secara konsisten, memperkuat asesmen diagnostik, serta mengembangkan proyek berbasis masalah yang menstimulasi kompetensi abad 21. Implikasi bagi sekolah adalah perlunya pelatihan rutin terkait desain pembelajaran berdiferensiasi guna menumbuhkan budaya belajar adaptif yang relevan dengan tuntutan era modern.</p> 2026-03-16T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1177 Implementasi Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Deep Learning Untuk Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Kreatif Siswa SMA 2026-03-16T07:33:13+07:00 Nur Trifitriani Ode zulaehapepunj@gmail.com Fikri Miraji zulaehapepunj@gmail.com Ode Zulaeha odezulaeha@gamil.com <p>Peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kreatif menjadi tuntutan utama pembelajaran matematika abad ke-21, terutama pada jenjang SMA yang menuntut kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional yang kompleks. Namun, praktik pembelajaran di kelas masih didominasi pendekatan konvensional yang kurang memberi ruang interaksi bermakna dan eksplorasi ide siswa. Penelitian ini penting dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan model pembelajaran inovatif yang mampu menstimulasi kolaborasi, pemecahan masalah, serta elaborasi ide melalui pemanfaatan teknologi mutakhir seperti deep learning. Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas model pembelajaran kolaboratif berbasis deep learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa SMA pada materi matematika. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan subjek 68 siswa kelas XI yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen terdiri atas tes berpikir kritis, tes berpikir kreatif, lembar observasi aktivitas kolaboratif, serta log aktivitas pembelajaran berbantuan platform deep learning. Prosedur pengumpulan data mencakup <em>pretest–posttest</em>, observasi kelas, dan analisis jejak digital pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji ANCOVA dan analisis kualitatif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui model kolaboratif berbasis deep learning mengalami peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis dan kreatif dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Analisis kualitatif mengungkap bahwa visualisasi otomatis, rekomendasi pemecahan masalah, serta umpan balik adaptif dari sistem deep learning mendorong interaksi kolaboratif yang lebih kaya dan eksploratif.&nbsp; Implikasinya, integrasi deep learning dalam pembelajaran matematika direkomendasikan sebagai strategi pedagogis inovatif untuk memperkuat kemampuan berpikir tingkat tinggi. Guru perlu mendapatkan pelatihan tentang desain aktivitas kolaboratif digital, sementara sekolah perlu menyediakan infrastruktur teknologi yang memadai.</p> 2026-03-16T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1178 Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuanberpikir Kritis Matematika Siswa Sekolah Dasar Dalam Kurikulum Merdeka 2026-03-16T07:46:53+07:00 Ode Zulaehe odezulaeha@gamil.com Aliya Meyani Tutu zulaehapepunj@gmail.com Apriyani Fabanyo zulaehapepunj@gmail.com <p>Perubahan paradigma pembelajaran pada Kurikulum Merdeka menuntut adanya pendekatan yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi sejak jenjang sekolah dasar. Salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan adalah kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika, mengingat siswa tidak hanya dituntut menyelesaikan soal, tetapi juga memahami proses dan alasan di balik penyelesaian masalah. Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan model pembelajaran yang mendorong kemandirian, analisis, dan pemecahan masalah secara autentik di kelas.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa sekolah dasar dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri atas 58 siswa kelas V dari dua sekolah dasar yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis matematika dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data diperoleh melalui tes awal dan tes akhir, kemudian dianalisis menggunakan uji-t dan perhitungan N-Gain untuk melihat peningkatan kemampuan berpikir kritis.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan model PBL mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis yang lebih signifikan dibandingkan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata N-Gain kelompok eksperimen berada pada kategori sedang&nbsp; menuju tinggi, sedangkan kelompok kontrol berada pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa PBL efektif dalam mendukung tujuan Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada pembelajaran bermakna dan pengembangan kompetensi berpikir. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya penerapan PBL sebagai alternatif model pembelajaran matematika di sekolah dasar. Guru disarankan mengintegrasikan masalah-masalah kontekstual dan memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan eksplorasi, diskusi, dan refleksi sebagai bagian dari proses berpikir kritis.</p> 2026-03-16T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1251 Integrasi Pembelajaran Berbasis Literasi Numerasi Dalam Kurikulum Merdeka Untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Kelas III SD 2026-03-16T08:12:56+07:00 Ode Zulaeha odezulaeha@gamil.com Masrifa Umasugi masria@gmail.com Fiqih Aprian Tenry fiqih@gmail.com <p>Pembelajaran matematika disekolah dasar sering menghadapi tantangan berupa rendahnya kemampuan peserta didik dalam memahami konsep dasar dan menerapkan proses berhitung secara sitematis. Kondisi ini menuntut hadirnya strategi pembelajaran yang tidak hanya menekankan aktivitas hitung menghitung, tetapi juga mengembangkan pemahaman melalui konsep literasi yang dekat dengan pengalaman anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi evektifitas penerapan pendekatan berbasis literasi dan numerasi yang diintegrasikan dalam kegiatan belajar dikelas ini guna memperkuat kecakapan beritung peserta didik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan subjek 21 siswa kelas III disalah satu sekolah dasar negeri. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi aktivitas belajar, tes kemampuan numerasi serta wawancara siswa dengan guru. Data dikumpulkan melalui pelaksanaan empat kali siklus pembelajaran yang memadukan cerita kontekstual, aktifitas eksplorasi angka, dan latihan pemecahan masalah. Analisis data dilakukan dengan membandingkan skor pratindakan dan pascatindakan serta menelaah pola perubahan perilaku belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada ketepatan dan kecepatan berhitung, serta meningkatnya kemampuan siswa menghubungkan konsep numerasi dengan situasi sehari-hari. Siswa juga terlihat lebih aktif bertanya memahami instruksi berbasis teks dan mampu menjelaskan proses berpikirnya dibanding sebelum penerapan model pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi literasi dan numerasi dalam kegiatan belajar mampu memperkaya pengalaman siswa, memperkuat pemahaman konsep dasar, dan meningkatkan motivasi belajar. Penelitian merekomendasikan guru untuk menerapkan pendekatan serupa secara berkelanjutan, serta mengembangkan bahan ajar kontekstual yang selaras dengan prinsip kurikulum merdeka untuk mencapai hasil pembeljaran yang optimal.</p> 2026-03-16T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1252 Efektivitas Media Digital Interaktif Terhadap Hasih Belajar Matematika Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka 2026-03-16T08:33:10+07:00 Ode Zulaeha odezulaeha@gamil.com Sarina Hasan sarina@gmail.com Susi Muhlis susli@gmail.com <p>Peningkatan mutu pembelajaran matematika di sekolah dasar menjadi urgensi penting dalam mewujudkan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Salah satu strategi inovatif yang mulai banyak diterapkan adalah pemanfaatan media digital interaktif, terutama karena karakteristik siswa sekolah dasar yang cenderung responsif terhadap stimulus visual, audio, dan aktivitas permainan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar dalam konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari 26 siswa kelas IV yang dibagi menjadi kelas eksperimen (menggunakan media digital interaktif) dan kelas kontrol (menggunakan pembelajaran konvensional). Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar matematika, lembar observasi keterlibatan belajar, dan kuesioner respon siswa. Data dikumpulkan melalui pretest–posttest dan dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada hasil belajar matematika dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, media digital interaktif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa, mempermudah pemahaman konsep abstrak, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan partisipatif.&nbsp; Temuan penelitian ini mengimplikasikan bahwa penerapan media digital interaktif dapat menjadi alternatif efektif untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, terutama dalam mata pelajaran matematika. Pendidik disarankan mengintegrasikan teknologi digital secara konsisten dalam proses pembelajaran dengan memilih aplikasi yang sesuai dengan karakteristik siswa dan kebutuhan materi.</p> 2026-03-16T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1219 Efektivitas Penggunaan ZEP Quiz sebagai Media Evaluasi terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SDN 2 Sukomulyo Pujon 2026-03-16T08:48:51+07:00 Wakiatul Ulfa ulfabintang54@gmail.com Foris Ika Wahyu Rachmawati forisrachmawati@gmail.com Elora Susilo r132890@gmail.com Nabilla Fitambar nabillahone@gmail.com Siti Nur Haliza sitiinurhaliza2511@gmail.com Beti Istanti Suwandayani beti@umm.ac.id <p>Kemajuan teknologi digital dalam dunia pendidikan menuntut hadirnya media evaluasi yang dapat memberikan umpan balik secara cepat, tepat, dan menarik bagi peserta didik. Penggunaan kuis interaktif menjadi salah satu pilihan yang dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran, terutama pada mata pelajaran Matematika di sekolah dasar yang membutuhkan pemahaman konsep serta ketelitian. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas ZEP Quiz sebagai media evaluasi terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas V SDN 2 Sukomulyo Pujon. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest, melibatkan 13 siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar (pretest dan posttest) yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, dan uji Paired Sample t-Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa data pretest (p = 0,182) dan posttest (p = 0,330) berdistribusi normal serta memiliki varians yang homogen (p = 0,388). Uji t menghasilkan nilai signifikansi 0,004 &lt; 0,05 yang mengindikasikan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penerapan ZEP Quiz. Nilai rata-rata meningkat dari 73,08 menjadi 83,08, yang menunjukkan efektivitas penggunaan media evaluasi digital ini. Temuan tersebut menunjukkan bahwa ZEP Quiz mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta pemahaman siswa dalam pembelajaran Matematika. Penelitian ini menyarankan agar ZEP Quiz digunakan secara berkesinambungan sebagai bagian dari evaluasi formatif di sekolah dasar.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-03-16T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1223 Analisis Pemahaman Konsep Matematis Berdasarkan Teori Van Hiele Pada Model Flipped Classroom Berbantuan GeoGebra Siswa MTs Muhammadiyah Kajen 2026-03-16T09:09:35+07:00 Adelia Putri Assyifa adeliap1402@gmail.com Nalim Nalim adeliap1402@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan berpikir siswa serta faktor pendukung pemahaman konsep matematis pada materi segi empat melalui penerapan model <em>Flipped Classroom</em> berbantuan <em>GeoGebra</em>. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas VIII B MTs Muhammadiyah Kajen yang dipilih berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data meliputi tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa berada pada tahapan berpikir Van Hiele yang berbeda. Siswa kategori tinggi berada pada Tahap Abstraksi (Level 2) dan Tahap Hubungan (Level 3), ditandai dengan kemampuan mengklasifikasikan bangun segi empat berdasarkan sifat geometris serta menerapkan konsep dan algoritma secara sistematis. Siswa kategori sedang berada pada Tahap Analisis (Level 1), mampu mengenali dan mengeksplorasi sifat bangun, namun pemahaman konseptualnya masih didominasi pendekatan prosedural. Sementara itu, siswa kategori rendah berada pada Tahap Visualisasi (Level 0), dengan pemahaman terbatas pada pengenalan bentuk visual. Faktor pendukung utama bagi siswa kategori sedang dan rendah adalah visualisasi dinamis <em>GeoGebra</em> yang membantu klarifikasi konsep, sedangkan siswa kategori tinggi didukung oleh kemampuan mengintegrasikan materi <em>Pre-Class</em> dengan aktivitas <em>In-Class</em>.</p> 2026-03-16T09:09:34+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1292 Dinamika Problematika Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar: Sebuah Kajian Literatur Komprehensif tentang Faktor Penghambat dan Urgensi Inovasi Pedagogi serta Teknologi 2026-03-16T09:16:47+07:00 Trisnawati Trisnawati 2507050008@webmail.uad.ac.id Nur Robiah Nofikusumawati Peni nur.peni@mpmat.uad.ac.id <p>Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD) hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan yang kompleks dan berlapis. Permasalahan tersebut tidak hanya disebabkan oleh rendahnya motivasi dan minat belajar siswa, tetapi juga karena keterbatasan kompetensi pedagogis guru, minimnya inovasi dalam pendekatan pembelajaran, serta hambatan dalam penerapan teknologi pendidikan. Studi literatur yang mendalam ini dirancang untuk menemukan faktor-faktor yang menghalangi proses belajar matematika di sekolah dasar dan juga mengevaluasi pentingnya penerapan inovasi pedagogik serta teknologi dalam lingkungan pendidikan dasar. Penelitian ini menerapkan pendekatan tinjauan literatur sistematis dengan mengevaluasi berbagai hasil studi dari publikasi jurnal baik nasional maupun internasional yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tantangan dalam belajar matematika berasal dari empat aspek utama, yaitu elemen siswa, pengajar, teknologi, dan sistem pendidikan. Rendahnya motivasi dan kepercayaan diri siswa, keterbatasan profesionalisme guru dalam memanfaatkan pendekatan pedagogis yang inovatif, serta kurangnya dukungan teknologi menjadi penyebab utama lemahnya efektivitas pembelajaran. Sebaliknya, metode pengajaran seperti pembelajaran berbasis masalah, pendidikan matematika realistis, dan pembelajaran berbasis penelusuran terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan semangat belajar siswa. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi pendidikan seperti <em>virtual manipulatives</em> dan platform digital pembelajaran matematika menjadi sangat penting untuk mendukung proses belajar yang kontekstual dan menyenangkan. Oleh karena itu, kesimpulan dari studi ini menawarkan saran kepada guru, pembuat kebijakan, dan peneliti untuk meningkatkan kolaborasi antara metode pengajaran dan teknologi dalam pendidikan matematika di tingkat sekolah dasar.</p> 2026-03-16T09:16:47+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1294 Literatur Review : Analisis Pemahaman Konsep Aljabar dan Hubungannya dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika di SMP 2026-03-16T09:28:36+07:00 Adelia Rahma 2507050014@webmail.uad.ac.id Nur Robiah Nofikusumawati Peni nur.peni@mpmat.uad.ac.id <p>Pemahaman konsep aljabar menjadi fondasi utama pada pembelajaran matematika di jenjang SMP karena berperan langsung dalam kemampuan siswa menyelesaikan masalah matematis. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan memahami dan menerapkan konsep matematika secara bermakna. Oleh karena itu, <em>literature review</em> ini penting dilakukan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai bentuk kesulitan, faktor penyebab, serta hubungan antara pemahaman konsep aljabar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis temuan-temuan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pemahaman konsep aljabar, kemampuan pemecahan masalah, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam penelitian tersebut.</p> <p>Metode penelitian ini yaitu <em>literature review</em> terhadap dua belas artikel penelitian relevan yang dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional. Artikel dipilih berdasarkan kesesuaian topik, jenjang pendidikan, dan fokus kajian. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) melalui tahapan seleksi artikel, pengelompokan temuan berdasarkan indikator pemahaman konsep aljabar dan kemampuan pemecahan masalah matematika, serta sintesis data secara naratif tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan antara kedua kemampuan tersebut pada siswa SMP.</p> <p>Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman konsep aljabar siswa SMP umumnya berada pada kategori rendah hingga sedang, dengan kesulitan utama pada penerapan konsep, pemodelan masalah, dan refleksi penyelesaian. Pemahaman konsep terbukti berkaitan erat dengan kemampuan pemecahan masalah, serta dipengaruhi oleh faktor internal seperti <em>self-regulated learning</em>, minat belajar, metakognisi, dan kepercayaan diri. Selain itu, sebagian besar penelitian menggunakan teori sebagai kerangka analisis tanpa menerapkan pendekatan pembelajaran secara langsung. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual, penerapan konteks bermakna, serta integrasi aspek kognitif dan afektif siswa dalam pembelajaran aljabar.</p> 2026-03-16T09:28:36+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1296 Pelabelan Harmonis Ganjil Pada Graf Super Diamond (Gabungan Graf Cycle C4 dan Graf Star) 2026-03-16T09:34:36+07:00 I Gede Danur Prabawa Semara danur@student.undiksha.ac.id I Nengah Suparta danur@student.undiksha.ac.id Raphita Yanisari Silalahi danur@student.undiksha.ac.id <p>Teori graf merupakan salah satu cabang matematika diskrit yang terus berkembang, khususnya pada kajian pelabelan graf yang memiliki peran penting dalam pengembangan struktur dan sifat graf tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membuktikan bahwa graf <em>Super Diamond</em> yang merupakan gabungan graf bintang (<em>star</em>) &nbsp;dan dimana , serta graf lingkaran (<em>cycle</em>) , memenuhi sifat pelabelan harmonis ganjil. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan pendekatan teoretis-konseptual untuk mengkaji definisi, sifat, serta teorema pelabelan harmonis ganjil pada berbagai kelas graf yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa graf Super<em> Diamond</em> &nbsp;memenuhi fungsi pelabelan harmonis ganjil, yaitu fungsi pelabelan titik yang bersifat injektif dan menginduksi fungsi pelabelan sisi yang bersifat bijektif, sehingga graf tersebut dikategorikan sebagai graf harmonis ganjil. Keterbatasan penelitian ini terletak pada konstruksi graf lingkaran yang masih dibatasi pada graf . Oleh karena itu, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengkaji kemungkinan penerapan pelabelan harmonis ganjil pada graf Super <em>Diamond</em> dengan pengembangan graf lingkaran , dimana &nbsp;merupakan bilangan genap positif kelipatan empat 0 (mod 4) selain 4.</p> 2026-03-16T09:34:36+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1305 Peran Self-Efficacy dalam Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa pada Pembelajaran Problem-Based Learning Berbantuan Flipbook Bernuansa Etnomatematika 2026-03-16T09:45:23+07:00 Fitriana Diyan fitrianadiyan712@gmail.com Zaenuri Zaenuri zaenuri.mipa@mail.unnes.ac.id <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kemampuan komunikasi matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika, namun banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide matematis secara jelas dan sistematis. Salah satu faktor internal yang mempengaruhi kemampuan tersebut adalah </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">efikasi diri</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , sementara model dan media pembelajaran juga memiliki peran yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis hubungan antara kemampuan komunikasi matematis dan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">self-efisiensi</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dalam pembelajaran </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Problem-Based Learning</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> berbantuan media flipbook bernuansa etnomatematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Systematic Literature Review</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> melalui analisis terhada artikel jurnal yang relevan pada rentang tahun 2018–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">efikasi diri</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> berpengaruh signifikan terhadap kemauan dan kemampuan siswa dalam mengomunikasikan ide matematis. </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pembelajaran Berbasis Masalah</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> mendorong diskusi aktif dan penjelasan proses pemecahan masalah sehingga meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. Penggunaan media flipbook mendukung penyajian konsep matematika secara terstruktur dan visual, sedangkan etnomatematika memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Integrasi </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pembelajaran Berbasis Masalah</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , media flipbook, dan etnomatematika secara efektif mendukung pengembangan kemampuan komunikasi matematis siswa melalui peningkatan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">efikasi diri.</span></span></em></p> 2026-03-16T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1297 Integrasi Case-Based Learning dan GeoGebra dalam Pembelajaran Matematika: Tinjauan Literatur terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis 2026-03-16T09:53:18+07:00 Ni Kadek Santiyani nikadeksantiyani18@gmail.com I Nyoman Budayana nyoman.budayana@undiksha.ac.id I Gusti Ngurah Pujawan ngurah.pujawan@undiksha.ac.id <p>Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi penting yang masih menjadi tantangan dalam pembelajaran matematika. Salah satu upaya yang banyak dikaji untuk mengatasinya adalah penerapan model pembelajaran yang berorientasi pada keaktifan peserta didik serta didukung oleh teknologi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis hasil-hasil penelitian terkait integrasi model Case-Based Learning dan perangkat lunak GeoGebra dalam pembelajaran matematika serta pengaruhnya terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap artikel-artikel penelitian relevan yang dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional. Artikel dipilih berdasarkan kesesuaian topik, variabel penelitian, dan subjek penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa integrasi Case-Based Learning dan GeoGebra secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis, ditunjukkan melalui peningkatan skor tes, kualitas strategi penyelesaian, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi model pembelajaran berbasis kasus dengan teknologi visual interaktif memiliki potensi signifikan dalam mendukung pembelajaran matematika yang bermakna dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji secara langsung penerapan model ini pada materi dan jenjang pendidikan yang berbeda serta mengkaji pengaruhnya terhadap kemampuan matematis lainnya.</p> 2026-03-16T09:53:18+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1322 Optimasi Biaya Distribusi dengan Menggunakan Metode Trasportasi 2026-03-16T10:09:14+07:00 Hani Maulida Hasibuan hanimaulidahasibuan@gmail.com Panca Taufik kurahman pancataufikurahman@gmail.com Elma Dwi Ariana Aprilia Zam elmaelma314@gmail.com Fibri Rakhmawati fibri_rakhmawati@uinsu.ac.id <p>Penelitian ini berfokus pada identifikasi rute distribusi yang paling efisien dan biaya pengiriman yang terendah untuk mendistribusikan tahu ke empat pasar yang berada di lokasi berbeda. Penelitian dimulai dengan menganalisis strategi distribusi saat ini, yang melibatkan pengiriman tahu dari dua gudang penyimpanan ke berbagai tujuan, dengan biaya transportasi harian sebesar Rp 202.500. Proses optimasi dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, termasuk <em>North West Corner</em> (NWC), Biaya Terendah (<em>Least Cost</em>), <em>dan Vogel’s Approximation Method </em>(VAM) untuk mencari solusi awal. Solusi awal tersebut kemudian diperbaiki dengan menggunakan metode <em>Stepping Stone</em> dan <em>Modified Distribution Method</em> (MODI) untuk mencapai alokasi biaya yang paling efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana distribusi yang optimal dapat secara signifikan mengurangi biaya transportasi, memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan efisiensi logistik pada perusahaan skala kecil dan menengah. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengoptimalkan strategi distribusi, meminimalkan biaya, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan di industri serupa.</p> 2026-03-16T10:09:14+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.isdikkieraha.ac.id/index.php/jimat/article/view/1323 Pengembangan Learning Management System (LMS) Matematika Berbasis Local Issues dengan Pendekatan Perzonalized Learning untuk Meningkatkatkan HOTS Siswa SMP 2026-03-16T10:25:05+07:00 Ahmad Alwi ahmadsabian29@gmail.com Usman Mulbar usmanmulbar@unm.ac.id <p>Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan untuk mensintesis temuan penelitian terkait pengembangan Learning Management System (LMS) Matematika berbasis Issue Lokal dengan pendekatan Personalized Learning untuk meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa SMP. Menggunakan prinsip PRISMA, pencarian literatur dilakukan pada database Scopus dan Web of Science dengan strategi kata kunci yang terstruktur, menghasilkan 153 artikel. Setelah proses penyaringan dan penilaian elegibilitas, 15 studi empiris yang diterbitkan antara tahun 2015-2025 terpilih untuk analisis tematik. Hasil identifikasi tiga tema utama: (1) karakteristik local issues berbasis matematika dalam LMS, (2) strategi personalized learning dalam pembelajaran, dan (3) dampak implementasi LMS terhadap peningkatan HOTS siswa SMP. Temuan menunjukkan bahwa integrasi konteks lokal secara signifikan meningkatkan engagement siswa dan membuat konsep matematika lebih bermakna. Fitur personalized learning seperti jalur belajar adaptif, asesmen diagnostik, dan scaffolding diferensiasi terbukti efektif mengakomodasi keragaman karakteristik siswa. Pendekatan gabungan menunjukkan efek ukuran sedang hingga tinggi (d=0.54-0.72) dalam meningkatkan HOTS, khususnya pada dimensi analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah kreatif. Kajian ini menyediakan kerangka konseptual komprehensif sebagai dasar pengembangan LMS Matematika yang adaptif dan responsif konteks. Penelitian disertasi selanjutnya perlu fokus pada studi longitudinal, implementasi geografis yang lebih luas, dan desain eksperimental yang lebih kuat untuk memperkuat bukti praktik berbasis bukti.</p> 2026-03-16T10:25:05+07:00 ##submission.copyrightStatement##