Analisis Miskonsepsi Siswa SD pada Materi Luas dan Keliling Bangun Datar Persegi dan Persegi Panjang

  • Trimeila Rosa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya, Kota Palangkaraya, Indonesia
  • Nabilla Nabilla Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya, Kota Palangkaraya, Indonesia
  • Melda Melda Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya, Kota Palangkaraya, Indonesia
  • Asih Utami Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya, Kota Palangkaraya, Indonesia
  • Fakhrunnisa Cahya Afifi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya, Kota Palangkaraya, Indonesia
Keywords: Miskonsepsi, Geometri, Luas dan keliling bangun datar, Test diagnosis four-tier, Sekolah dasar

Abstract

Rendahnya literasi matematika siswa sekolah dasar di Indonesia menjadi indikasi perlunya identifikasi miskonsepsi sejak dini, khususnya pada materi geometri dasar yang bersifat fundamental. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk miskonsepsi siswa kelas V sekolah dasar pada materi luas dan keliling bangun datar persegi dan persegi panjang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan instrumen four-tier diagnostic test yang terdiri dari empat soal, masing-masing mencakup pilihan jawaban, tingkat keyakinan jawaban, alasan jawaban, dan tingkat keyakinan alasan. Instrumen divalidasi secara deskriptif oleh dua ahli pendidikan matematika dan diuji reliabilitasnya menggunakan koefisien Cronbach Alpha (α = 0,78). Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas V SD Negeri 1 Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria telah menyelesaikan pembelajaran materi luas dan keliling bangun datar. Hasil analisis menunjukkan bahwa 79,16% siswa berada pada kategori pencapaian cukup rendah hingga sangat rendah (cukup rendah: 20,83%; rendah: 37,5%; sangat rendah: 20,83%), yang mengindikasikan tingginya prevalensi miskonsepsi pada materi ini. Tiga jenis miskonsepsi dominan yang teridentifikasi adalah: (1) kerancuan konseptual dalam membedakan luas dan keliling; (2) kesalahan penerapan rumus secara mekanis tanpa pemahaman makna konsep; dan (3) ketidakmampuan membedakan satuan panjang (cm) dengan satuan luas (cm²). Temuan ini menegaskan perlunya pembelajaran berbasis representasi konkret, pendekatan kontekstual, dan penerapan asesmen diagnostik berkelanjutan untuk mendeteksi serta menangani miskonsepsi sejak tingkat pendidikan dasar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisyah, N., & Mulyono, M. (2020). Analisis miskonsepsi siswa pada materi bangun datar di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 145–154.

Arslan, H. O., Çiğdemoğlu, C., & Moseley, C. (2012). A three-tier diagnostic test to assess pre-service teachers' misconceptions about global warming, greenhouse effect, ozone layer depletion, and acid rain. International Journal of Science Education, 34(11), 1667–1686.

Caleon, I. S., & Subramaniam, R. (2010). Do students know what they know and what they don’t know? Using a four-tier diagnostic test to assess misconceptions. Research in Science Education, 40(3), 313–337. https://doi.org/10.1007/s11165-009-9122-4

Calık, M., & Ayas, A. (2005). A comparison of level of understanding of eighth-grade students and science student teachers related to selected chemistry concepts. Journal of Research in Science Teaching, 42(6), 638–667. https://doi.org/10.1002/tea.20076

Clements, D. H., & Stephan, M. (2004). Measurement in pre-K to grade 2 mathematics. In D. H. Clements & J. Sarama (Eds.), Engaging young children in mathematics (pp. 299–317). Lawrence Erlbaum Associates.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Creswell, J. W., & Miller, D. L. (2000). Determining validity in qualitative inquiry. Theory into Practice, 39(3), 124–130.

Fauzi, A., & Abidin, Z. (2019). Identifikasi miskonsepsi siswa sekolah dasar pada konsep luas dan keliling bangun datar. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 6(1), 1–12.

Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How to design and evaluate research in education (8th ed.). McGraw-Hill.

Hadi, S., & Novaliyosi, N. (2019). TIMSS Indonesia: Analisis kemampuan matematika siswa. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, 1(1), 562–569.

Kemendikbudristek. (2022). Capaian pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah pada kurikulum merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kordaki, M., & Potari, D. (1998). Students’ conceptions about area measurement. Educational Studies in Mathematics, 35(2), 165–187. https://doi.org/10.1023/A:1003070927582

Lestari, K. E., & Yudhanegara, M. R. (2017). Penelitian pendidikan matematika. Refika Aditama.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative research: A guide to design and implementation (4th ed.). Jossey-Bass.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nurhasanah, F., & Subanji, S. (2018). Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal geometri berdasarkan tahapan Newman. Jurnal Pendidikan, 3(4), 492–498.

OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en

Pratama, R. A., & Setiawan, W. (2022). Analisis miskonsepsi siswa sekolah dasar pada materi bangun datar. Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 7(2), 85–94.

Putri, N. A., Susanto, H., & Hidayat, R. (2024). Analisis pemahaman konsep luas dan keliling siswa sekolah dasar. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 11(1), 45–56.

Rahmawati, D., & Kartono, K. (2023). Identifikasi miskonsepsi geometri siswa melalui pendekatan diagnostik. Jurnal Elemen, 9(1), 112–123.

Sari, D. P., & Wijaya, A. (2021). Miskonsepsi siswa pada materi pengukuran luas dan keliling ditinjau dari pemahaman konseptual. Jurnal Elemen, 7(2), 345–358.

Subanji. (2015). Teori kesalahan konstruksi konsep dan pemecahan masalah matematika. UM Press.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suparno, P. (2013). Miskonsepsi dan perubahan konsep dalam pendidikan. Grasindo.

Wijaya, A. (2012). Pendidikan matematika realistik: Suatu alternatif pendekatan pembelajaran matematika. Graha Ilmu.

Published
2026-06-17
How to Cite
Rosa, T., Nabilla, N., Melda, M., Utami, A., & Afifi, F. (2026). Analisis Miskonsepsi Siswa SD pada Materi Luas dan Keliling Bangun Datar Persegi dan Persegi Panjang. Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT), 7(2), 395-408. https://doi.org/10.63976/jimat.v7i2.1403